1. Tips Otomotif cara mudah membersihkan jamur kaca di mobil

Kebersihan kaca mobil menjadi kunci saat kita berkendara. Kaca mobil yang buram akibat jamur, tentu saja dapat mengganggu pandangan kita saat berkendara.

Biasanya jamur disebabkan cuaca yang tidak menentu. Selain itu juga jamur bisa muncul akibat dari kualitas air yang kita gunakan saat mencuci mobil tidak bagus.

Dilansir dari Sahabat Daihatsu, ada beberapa cara mengusir jamur dari kaca mobil kita. Pertama dengan menggunakan pasta gigi, dan kedua dengan tembakau.

Pasta Gigi
Bahan baku pasta gigi yang memiliki oksidator tinggi dipercaya dapat mengusir jamur. Cara untuk mengusir jamur dari kaca pun sangat mudah.

Langkah pertama, siapkan pasta gigi dan dua kain lap tidak berserat. Setelah itu, oleskan pasta gigi tersebut ke bagian kaca yang terkena jamur. Kemudian, lap bagian yang dioleskan itu dengan menggunakan kain kering tak berserat.

Langkah selanjutnya adalah, bilas bagian tersebut dengan air. Dan terakhir, ambil lap atau kain untuk mengeringkan bagian tersebut.

Tembakau
Selain menggunakan pasta gigi, kita juga dapat memakai tembakau untuk mengusir jamur di kaca mobil.

Caranya, pertama siapkan tembakau, spray semprotan air, dan kain lap tidak berserat. Setelah itu, tembakau tersebut direndam ke dalam air yang bersih selama sekitar 15 menit.

Kemudian, saring tembakau tersebut dan ambil airnya. Pindahkan air bekas rendaman tembakau tersebut ke botol spray semprotan air.

Setelah itu, semprot air tembakau ke kaca mobil yang terkena jamur. Diamkan selama 15 menit. Dan terakhir, bilas kaca mobil dengan air bersih, dan kemudian keringkan kaca dengan lap tak berserat.
di sadur dari
https://www.otosia.com/tips/pasta-gigi-ternyata-bisa-juga-untuk-usir-jamur-di-kaca-mobil-anda.html

Baca juga promo Suzuki Baleno DISINI

Tips Otomotif

2. Hati-hati mematikan mobil bermesin turbo

Tips otomotif

Gambar komponen turbo

teknologi turbo, mesin mobil bisa menghasilkan tenaga dan torsi yang cukup besar dengan efisiensi bahan bakar sehemat mesin berkapasitas kecil.
Namun, banyak yang belum tahu ada hal yang harus diperhatikan soal pemakaian mobil dengan mesin turbo.
Yaitu, jangan langsung mematikan mesin mobil Saat setelah melakukan perjalanan.
Sebagai contoh sumber dari buku panduan Mitsubishi Pajero Sport dimana mesin yang digunakan adalah mesin diesel dengan turbo.

Terdapat instruksi ketika selesai berjalan, biarkan mesin menyala beberapa saat sebelum mesindimatikan.
Tujuannya untuk memberi jeda waktu untuk turbin turbo berputar normal dan mendinginkan (cooling down) keong turbo setelah beroperasi saat mesinaktif.
Karena turbin turbo saat aktif akan berputar hingga puluhan ribu rpm saat aktif yang menghasilkan panas cukup tinggi.
Terdapat peringatan bila saat putaran turbin sedang tinggi dan mesinlangsung mati, tidak ada aliran oli yang mendinginkan turbin saat sedang masih berputar.
Hal tersebut berisiko turbin turbo akan mengalami macet (jamming) dan tidak bisa berfungsi.

3. Cara Berkendara Supaya Irit BBM

Berkendara yang baik dan benar merupakan salah satu cara agar mobil Anda bisa hemat BBM. Beberapa mobil modern sudah dibekali eco indicator, sebagai acuan bahwa pengemudi berkendara secara efisien/ hemat.

Menurut Kepala bengkel sebuah perusahaan otomotif, “Suparman” mengatakan; “eco indikator bisa dilihat pada speedometer dan akan menyala hijau jika pengemudi mengendarai mobil sesuai dengan kecepatan yang dianggap efisien.”

“Lampu eco indikator akan menyala saat kecepatan di atas 20 km/jam. Sopir bisa berpatokan dari melihat indikator tersebut,” kata Suparman.”

Menurut Suparman, lampu eco indikator akan padam jika mobil dikemudikan terlalu agresif atau sering melakukan kick down. Maka itu, pengendara dihimbau agar mengemudi lebih halus saat menginjak pedal gas.

“Cara kita menjaga tekanan pedal gas itu sangat berpengaruh, apalagi saat harus stop and go. Usahakan injak pedal gas secara halus atau smooth,” ujarnya.

Suparman menambahkan, pengemudi tidak perlu menginjak gas terlalu dalam. Selain membuat mobil bisa menyentak, konsumsi bahan bakat pada mesin jadi lebih boros.

“Dengan kebiasaan tersebut, efeknya bisa membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien yang tentu berujung pada pengeluaran yang lebih irit,” ujar Suparman.

Di ubah dan di sadur dari sumber berita https://www.inews.id